Strategi Pembangunan yang Menafikan Pengembangan SDM, Kebijakan Pembangunan yang Gagal

0
119

 

Balinetizen.com, Denpasar

Strategi pembangunan dalam 10 tahun terakhir tidak memberikan fokus dalam pengembangan sumber daya manusia, dan relasinya dengan penciptaan kesempatan kerja produktif yang didukung oleh ketrampilan teknologi.

Hal itu dikatakan I Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi pembangunan, Selasa, 28 Mei 2024.

“Ironinya anggaran pendidikan tersedia sangat besar, 20 persen dari anggaran pembangunan, sekitar Rp.650 T per tahun,” katanya

Menurutnya, strategi pembangunan yang ada tidak dikaitkan dengan politik ketenaga kerjaan, untuk menjamin pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan kesempatan kerja secara maksimal.

Dikatakan, rata-rata pertumbuhan ekonomi per tahun selama 10 tahun terakhir sekitar 5 persen, hanya mampu menciptakan kesempatan kerja per tahun sekitar 2 juta orang, sedangkan angkatan kerja yang masuk pasar kerja per tahun lebih dari 5 juta. Akibatnya pengangguran menumpuk.

Menurutnya, proyek infrastruktur, yang menambah hutang negara selama 9 tahun Rp.3,500 T, 42 persen dari total hutang, nyaris tidak dikaitkan dengan politik ketenagakerjaan, untuk penciptaan kesempatan kerja optimal.

“Strategi pembangunan yang idak menciptakan interkoneksi dengan pengembangan SDM dan penciptaan kesempatan produktif yang memadai, untuk menekan angka pengangguran secara optimal, bentuk strategi pembangunan yang gagal,” kata I Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi pembangunan.

Menurutnya, bonus demokrasi diwacanakan, tetapi kebijakan cerdas untuk menciptakannya sebatas slogan yang nyaris kurang bermakna. (SUT-MB).

Baca Juga :  Buka Musrenbangcam Dawan, Bupati Suwirta Inginkan Usulan Pemberdayaan Warga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here