Balinetizen.com, Jembrana –
Petugas gabungan Kelurahan Gilimanuk mengamankan delapan pemuda diduga kelompok “anak punk”, Rabu (21/6/2026) pagi. Mereka saat itu sedang duduk-duduk di depan area Pura Dalem Gilimanuk.
Petugas menduga mereka sedang menunggu kendaraan untuk bisa ditumpangi secara gratis menuju Kuta, Badung. Terlebih saat dimintai keterangan, selain tidak membawa cukup bekal, empat orang diantaranya juga tidak membawa identitas diri (KTP).
Langkah ini sebagai upaya cipta kondisi guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Lurah Gilimanuk, IB. Tony Wirahadikusuma, Rabu (21/1/2026) menyampaikan bahwa, saat itu sedang dilaksanakan kegiatan penertiban melibatkan lintas instansi dari mulai Polsek Gilimanuk, TNI AL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP dan Linmas.
”Kami melakukan antisipasi dini terhadap gangguan Kamtibmas,” ujarnya.
Keberadaanya di area publik seperti di depan area Pure Dalem menurutnya, tanpa tujuan yang jelas dan saat dimintai keterangan, mereka tanpa bekal yang cukup sehingga berpotensi memicu keresahan warga.
Mereka juga mengaku menginap di emperan pertokoan setelah menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi pada Selasa kemarin. “Dari delapan orang itu, empat orang tidak membawa kartu identitas (KTP). Mereka mengaku hendak menuju Kuta, Badung untuk sekadar berkunjung,” jelasnya.
Disebutnya kedelapan pemuda tersebut berasal dari daerah yang berbeda. Diantaranya empat orang yang membawa KTP ada yang berasal dari Klaten, Kediri dan Jombang. Sedangkan yang tidak membawa KTP mengaku berasal dari Lampung, Kediri, Malang dan Klaten.
Setelah didata dan diberikan pembinaan, kedelapan pemuda tersebut kemudian dipulangkan. Mereka menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang menggunakan KMP Tunu Pratama Jaya dan KMP Karya Maritim dengan diantar petugas Satpol PP.
Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman terlebih menjelang bulan puasa Ramadan yang akan datang. (Komang Tole)

