Balinetizen.com, Badung –
Aktivitas berselancar berujung petaka menimpa seorang wisatawan bernama Ayu Sherina (18) yang terbawa arus di Pantai Geger Nusa Dua, Kamis (4/12) sore.
Korban yang datang bersama temannya sekitar pukul 17.00 Wita diduga tidak menyadari kondisi ombak dan arus yang mengarah ke barat, hingga akhirnya terseret ke area bawah tebing bebatuan.
Sekitar dua jam menikmati surfing, korban tiba-tiba terseret arus kuat dan tidak mampu kembali ke pesisir. Situasi tersebut membuat remaja asal Bali itu terjebak di area yang sulit dijangkau dari daratan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar menerima laporan permintaan evakuasi pada pukul 19.35 Wita.
Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR yang berlokasi di Uluwatu-Jimbaran langsung mengirim lima personel menuju lokasi kejadian, meski cuaca saat itu hujan ringan dan kondisi gelombang kurang bersahabat.
Setibanya di Pantai Geger, tim segera berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya dan melakukan penyisiran ke arah selatan titik awal korban terseret.
Upaya pencarian berlangsung dramatis, hingga akhirnya sekitar pukul 21.00 Wita, korban ditemukan dalam kondisi selamat di titik 300 meter arah selatan, tepatnya di kawasan Pura Batu Belah.
“Lokasi ditemukannya target lumayan jauh dari LKM awal. Target selamat karena berusaha mencari tebing,” jelas Kadek Nurjana, Koordinator Lapangan SAR Denpasar, Jumat (5/12/2025).
Beruntung, ada warga yang mengetahui keberadaan Ayu Sherina dan langsung memberikan pertolongan awal sebelum mengantarkannya kembali ke Pantai Geger.
Secara fisik, korban mengalami kedinginan dan sejumlah luka lecet, namun kondisinya stabil. Ia kemudian mendapatkan perawatan medis dari tim ambulance YEBER dan diantar menuju tempat menginapnya di kawasan Jimbaran pada malam yang sama.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Kuta Selatan, tim medis ambulance YEBER, dan masyarakat sekitar.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut, terutama pada musim hujan yang kerap memicu perubahan arus secara tiba-tiba.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

