Wave Dance, Pameran Tunggal Putu Bonuz di Sudakara Art Space

0
276

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Seniman asal Nusa Penida, Putu Bonuz, mempersembahkan pameran tunggal bertajuk “Wave Dance” di Sudakara Art Space, Sanur. Pameran ini berlangsung dari 16 Mei hingga 31 Juli 2025, dan menampilkan karya-karya lukis abstrak yang merefleksikan hubungan emosional dan visual antara laut, pesisir, dan gunung dalam kehidupan sang seniman.

Tumbuh di lingkungan pesisir, laut telah menjadi sumber inspirasi utama dalam proses kreatif Putu Bonuz. Warna biru yang mendominasi karyanya menggambarkan dinamika ombak, sementara tekstur kasar berpadu dengan warna hitam melambangkan kokohnya tebing-tebing pesisir—simbol dari prinsip hidup yang teguh dan tidak mudah goyah.

Di beberapa lukisannya, sosok Gunung Agung muncul samar, sebagai bagian dari lanskap masa kecilnya yang selalu terekam dalam ingatan.

“Wave Dance adalah ungkapan visual tentang bagaimana laut menyentuh daratan, sama halnya seperti warna menyentuh kanvas. Pameran ini membawa kita pada pengalaman melihat laut, bukan hanya sebagai lanskap, tapi sebagai bagian dari perjalanan hidup dan identitas,” ungkap Putu Bonuz, Jumat (17/5/2025).

Dalam pameran ini, pengunjung diajak menyelami karya-karya yang tidak sekadar bicara tentang bentuk dan warna, tetapi juga menghadirkan narasi panjang tentang kenangan, pengalaman pulang kampung, dan keterikatan emosional dengan alam.

Setiap kanvas adalah ekspresi spontan sang seniman—tidak ada satu pun karya yang secara khusus diunggulkan. Semua muncul dari perasaan dan energi yang datang begitu saja, seperti percikan warna yang secara alami membentuk cerita pada dinding kanvas.

“Bagi saya, satu karya tak pernah benar-benar selesai, karena setiap cipratan warna adalah bagian dari narasi yang panjang. Saya tidak bisa menunjuk karya mana yang paling penting, karena semuanya lahir dari pengalaman pribadi dan intuisi,” tambahnya.

Baca Juga :  Kapolres Jembrana Bantu Pasang Ban Mobil Pemudik

Melalui teknik cipratan warna yang menyerupai jejak alam di dinding-dinding pesisir, Putu Bonuz mengajak kita memahami bahwa seni bisa menjadi ruang dialog antara manusia dan alam—tentang bagaimana kehidupan dijalani, dikenang, dan dirayakan.

Pameran ini terbuka untuk umum di Sudakara Art Space, Sudamala Resort, Sanur. Bagi pencinta seni dan penikmat keindahan alam, “Wave Dance” menjadi pengalaman visual yang menggugah, mengajak kita menyelami kisah-kisah yang terlukis tanpa kata.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here