Desa Tembok Canangkan Big Data

0
286

 

Balinetizen.com, Buleleng

Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng bergeliat mencanangkan Big Data. Dalam artian memanfaatkan administrsi berbasis digitalisasi untuk mengumpulkan suatu informasi yang dibutuhkan menyangkut keberadaan desa setempat. Mengingat di era serba digital seperti saat ini, sebuah informasi atau data menjadi aset yang sangat penting dalam pengambilan suatu keputusan.

“Tujuan dari Big Data ini, kita bisa mapping potensi berdasarkan kondisi obyektif. Jadi, pemetaan persoalan berdasarkan kondisi atau gambaran secara obyektif, basis berdasar dalam pengambilan keputusan, efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan system pemerintahan desa. Inilah yang kita inginkan di Desa Tembok,” jelas Perbekel Dea Tembok, Dewa Komang Yudi Astra saat ditemui awak media usai Pers Confrence di Ranggon Sunset Singaraja, beberapa hari lalu.

Menurutnya Big Data yang dicanangkan ittu, jauh sebelumnnya akan segera terwujud. Seiring dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak kepada Desa Tembok untuk transformasi digital.

”Datanya sudah ada, tinggal menyempurnakan fitur-fitur dalam aplikasi yang digunakan. Sehingga lebih mudah pendataan dan gampang membaca datanya. Astungkara tanggal 24 Oktober 2022 ini, kita akan launching aplikasinya, bersamaan dengan peresmian internet tower bambu, ” ucap Perbekel Dewa Komang Yudi Astra.

Salah satu contoh kemudahan dari Big Data ini, terang Perbekel Dewa Komang Yudi Astra adalah dalam hajatan pemilu saat verivali data pemilih di lapangan memerlukan waktu sampai 2 bulan, dalam hal inj tentunya banyak biaya yang dikeluarkan. Kalau dengan Big Data hanya memerlukan waktu 30 detik saja.

”Data pemilih sudah bisa kita tagging lokasinya dengan GPS, kita bisa munculkan lokasinya, dan kita terus update misal pemilih meninggal, atau pindah lokasi dan sebagainya, itu relatif waktu diperlukan dalam menentukan jumlah daftar pemilih sementara tidak sampai 30 detik, hanya dengan fitur pencarian penduduk, kemudian usia penduduk. Jadi ini lebih efisien dan efektif dalam bekerja,” pungkasnya.

Baca Juga :  Biaya Hidup Tinggi, Pentingnya Kewirausahaan Bagi Orang Tua Difabel

Disinggung mengenai data yang terkumpul dalam aplikasi, Perbekel Yudi memaparkan hampir seluruh resources atau potensi yang dimiliki Desa Tembok diunggah seperti jumlah penduduk baik yang tinggal di desa atau dirantauan, jenis, kelamin, agama, lokasi tinggal, kepemilikan lahan,hasil produksi ternak, lokasi tempat ternak atau tagging lokasi ternak, hampir semua terdata.

”Sementara yang sulit kita hitung hasil produksi nelayan, karena kita belum punya sentra yang bisa mengakomodasi hasil tangkapan nelayan,” ungkapnya.

Iapun mengakui, momentum saat ini sangat tepat mewujudkan transformasi digital, salah satunya Big Data di desanya. Karena kerjasama yang telah dilakukan dengan Common Room Network Foundation, sangat membantu masyarakat atau SDM di desanya untuk mengoperasikan atau menjalankan Big Data.

”Kerjasama ini dalam pengembangan literasi digital untuk memperkuat akses pembangunan infrastruktur internet berbasis masyarakat dan peningkatan kapasitas di pedesaan dan masyarakat adat, dan berfokus pada Jaringan Sekolah Komunitas yang berkelanjutan,” tandasnya. (RED-BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here