Balinetizen.com, Jembrana
Belasan rumah warga di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana terendam air. Hujan deras sejak Selasa (9/9/2025) hingga Rabu (10/9/2025) pagi juga memicu banjir di sejumlah titik, selain merobohkan tembok pagar dan tiang listrik.
Dampak dari hujan deras menjadi atensi Kapolsek Melaya AKP I Ketut Sukadana dengan langsung melakukan monitoring.
Menurutnya, banjir dengan ketinggian 40 centimeter diakibatkan got sepanjang jalan utama tidak mampu menampung air sehingga meluap.ke jalan.
Di Banjar Sumbersari Desa Melaya, air menggenangi rumah warga dengan ketinggian air setinggi 20 centimeter. Sedangkan di Desa Manistutu, satu tiang wifi dan tiga tiang listrik roboh. “Volume air sungai Munduk Ranti sempat naik namun saat ini sudah mulai surut,” ujarnya.
Di Banjar Berawantangi taman, Desa Tukadaya, kata Kapolsek, ada 7 rumah warga terendam air dan merobohkan tembok pagar rumah. Sedangkan di Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya sebanyak 4 rumah warga kebanjiran dan satu merajan (tempat sembahyang keluarga) serta satu dapur roboh. Sementara di Banjar Warnasari Kaja, Desa Warnasari akibat curah hujan cukup deras tebing longsor menimbun pekarangan warga.
“Tidak ada korban jiwa. Sampai siang ini air sudah mulai surut,” imbuhnya.
Monitoring dampak hujan deras dipimpin Kapolsek Melaya AKP I Ketut Sukadana bersama Danramil 1617-03/Melaya, Kapten Inf. I Ketut Widiana, Camat Melaya I Putu Gede Oka Santhika.
Pihak Jajaran Polsek Melaya juga telah melakukan Patroli pemantauan wilayah di sepanjang jalur Denpasar – Gilimanuk Wilayah Hukum Polsek Melaya guna antisipasi terjadinya banjir, pohon tumbang dan tanah longsor sebagai dampak dari hujan deras. (Komang Tole)
