Paradoks Purbaya Menteri Keuangan Purbaya Pada Akhirnya “Terpental”

0
72

 

Balinetizen.com, Denpasar

Selama menjadi Menteri Keuangan, Purbaya Yudi Sadewa dihadapkan ke sejumlah paradoks sebut saja sebagai Paradoks Purbaya.

Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi, Sabtu 19 September 2026.

Dikatakan, sejumlah ciri paradoks di erah Purbaya yakni APBN tahun ini diperkirakan defisit mencapai 4,06 persen dari PDB, melampaui batas UU Keuangan Negara sebesar 3 persen, tetapi pemerintah di bawah kendali Presiden tetap “ugal-ugalan” dalam proyek MBG dan Kopdes Merah Putih, walaupun sudah mendapat protes dari berbagai kalangan.

Menurut Jro Gde Sudibya, APBN yang “tutup lubang dan gali lubang”, pelunasan utang dengan utang baru, 2026 pelunasan utang sekitar Rp.800 T, penarikan utang baru sekitar angka Rp.800 T.

“Akan tetapi pemerintah tidak ada upaya untuk melakukan penghematan, austerity program, sehingga program kontroversial jalan terus: MBG, Kopdes Merah Putih, “jalan-jalan” Presiden dan rombongan ke luar negeri, tanpa kejelasan hasil kunjungan,” katanya.

Dikatakan, pendapatan negara super cekak, tetapi laba BUMN pemerintah sebesar Rp.120 T tidak masuk Kas Negara, tetapi masuk “bayi” kesayangan Presiden Prabowo Subianto yakni Danantara, yang dipertanyakan publik kualitas “good governance” nya.

Menurut Jro Gde Sudibya, Tax Ratio yang tetap bertengger 9 persen dari GDP, yang jika dilakukan pemungutan pajak secara benar bisa mencapai 13 – 14 persen dari GDP, tetapi terobosan berani dan penuh risiko terhadap “pat gulipat sistemik” di Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai yang akan dilakukan Purbaya di hadapkan ke “tembok” tebal yang membuat Purbaya “terpelanting” ke luar dari arena pertarungan.

Dikatakan, sebagai Menkeu, bendahara negara semestinya irit berbicara, tetapi nyatanya ybs.”out spoken”, layaknya para politisi, sehingga mudah menjadi “sasaran tembak” berbagai pihak yang kehilangan privilege dari gaya coboy sang menteri.

Baca Juga :  Wanita Australia Kabur ke Bali karena Masalah Keluarga, Berujung Deportasi

“Menkeu yang punya niat baik untuk membenahi benang kasut keuangan negara akhirnya terpental,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here