39 Tahun LPD Desa Adat Legian, Tradisi Ekonomi Sosialistik Religius yang Bangkit Kembali

0
140

Penulis : Jro Gde Sudibya, intelektual Bali, pengamat sosial ekonomi dan kecenderungan masa depan.

 

LPD Desa Adat Legian berusia 39 tahun, berdiri 11 Maret 1987 berdasarkan prinsip memajukan kesejahteraan ekonomi krama dari Klian Adat dan pengurus Adat yang punya visi masa depan, menyongsong era Baru Industri Pariwisata yang bertumbuh di Legian. Sebut saja, dengan modal bantuan Pemda Bali dengan Gubernur IB.Mantra sebesar Rp.1 juta, plus semangat Klian Adat dan seluruh krama Desa Pakraman Legian yang punya sikap “jengah” untuk merespons perubahan, dengan modal uang Rp.1 juta rupiah. 11 Maret 1987 sekarang per 31 Desember 2025 mempunyai aset senilai Rp.700 M dengan laba sekitar Rp.8 M.
Prestasi sosial ekonomi yang luar biasa, yang jika merujuk pemikiran intelektual ternama negeri ini Dr.Sosdjatmoko. mengatakan Bali punya keunggulan yang diberikan istilah dengan modal sosial adanya saling percaya -mutual trust- dalam masyarakatnya. Di Desa Pakraman Legian modal sosial ini melahirkan daya ungkit luar biasa, melahirkan LPD dengan prestasi luar biasa.
Jika menyimak perjalanan LPD ini.selama 39 tahun, penghimpunan dana, penyaluran kredit, semangat pengabdian dan pelayanan pengurus, karyawan, dukungan prajuru Adat, filosofi, cara pembagian hasil usaha untuk kepentingan bersama krama, pemberian bea siswa, dukungan program pendidikan bagi generasi muda, dapat mengingatkan tradisi ekonomi yang telah mengakar lama di Bali, prilaku ekonomi sosialistik religius.
Religius, motif prilaku sosial ekonomi berbasis kepada keyakinan pada Tuhan yang menjadi spirit dan motivasi untuk menciptakan kesejahteraan bersama.
Ekonomi Sosialistik, prilaku sosial ekonomi untuk kepentingan bersama, kesejahteraan bersama, dalam rasa persaudaraan -paras-paros-, jauh dari sekadar motif mencari untung pribadi.
LPD ini pernah mengalami ujian di masa pandemi Covid-19 tahun 2020 dan 2021, pariwisata Bali “mati suri”, ekonomi Bali tumbuh negatif tahun 2020 9,3 persen, tahun 2021 tumbuh negatif 3 persen.LPD ini mengalami tekanan, Aset berkurang 30 persen, laba turun sekitar 50 persen. Dengan modal sosial yang ada, semangat “ngerombo” dari krama Legian, LPD mampu melewati krisis dan kemudian kembali bertumbuh.
Dari perspektif sosial ekonomi Bali ke depan, prestasi dan kinerjanya LPD ini dengan dukungan perangkat Adat dan seluruh krama, semestinya bisa memberi inspirasi bagi LPD dan Desa Pakraman lainnya, untuk menemukan kembali tradisi ekonomi sosialistik religius dalam menjawab tantangan dan menciptakan masa depan Bali.
Dirgahayu LPD Desa Adat Legian yang ke 39 tahun, semoga bisa meninspirasi LPD dan Desa Pakraman lainnya dalam tujuan mulya bersama membangun KEMANDIRIAN “ring soang-soamg” Desa Pakraman.

Baca Juga :  Komnas HAM: Pelaku Pencemaran Nama Baik Tidak Boleh Dipidana

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here