Kisruh Politik di AS, Anggaran Dipolitikkan, Rakyat Menjadi Korban, Pelajaran buat Politik Anggaran di Indonesia

0
175

Balinetizen.com, Denpasar –

 

Kisruh Politik di AS, Anggaran Dipolitikkan, Rakyat Menjadi Korban, Pelajaran buat Politik Anggaran di Indonesia.

Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi, Senin 17 Nopember 2025.

Di AS Presiden Donald Trump melakukan shutdown, penghentian pelayanan pemerintah federal selama 43 hari, yang berdampak sekitar 900,000 pegawai federal dirumahkan, 2 juta pekerja lainnya bekerja tanpa gaji, program bantuan pangan untuk perempuan dan anak serta bantuan nutrisi nasional terancam, ribuan penerbangan dibatalkan, PHK ribuan pegawai federal dengan dalih efisiensi.(Kompas, 15 November 2025).

Menurut Jro Gde Sudibya, shutdown di AS merupakan senjata politik yang dipergunakan Presiden Trump untuk membatalkan UU Pelayanan Kesehatan yang memberikan jaminan kesehatan kepada 20 juta warga yang sebelumnya tidak memiliki asuransi kesehatan.

“UU ini lazim disebut Obama Care, inisiatif dari Presiden Obama untuk memberikan jaminan kesehatan bagi kelompok miskin,” katanya.

Dikatakan, setelah UU Obama Care berhasil dibatalkan, Presiden Trump mengakhiri Shutdown mulai 12 November 2025.

Menurutnya, politisasi anggaran yang kasar dan banal yang merugikan masyarakat miskin AS dengan alasan efisiensi anggaran, yang intinya menggambarkan arogansi kekuasaan Presiden Trump. Sebuah mimpi buruk di negara demokrasi yang dikenal matang seperti AS.

Dikatakan, sementara Fenomena Politik Anggaran menjadi Anggaran yang Dipolitikkan terjadi di Indonesia, melahirkan korupsi sistemik, salah guna anggaran yang dilegitimasi oleh aturan yang dilahirkan oleh salah guna kekuasaan yang massif.

“Akibatnya, alokasi anggaran yang salah arah -misalocation of state’resources-, di Indonesia menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan sosial,” kata Jro Gde Sudibya.

Tamsilnya “ayam mati di lambung padi”, kemiskinan massif, uang menumpuk dalam sistem perbankan, sebagian besar karena iklim investasi yang tidak dibenahi (membiarkan korupsi berlangsung), sebagian sengaja ditahan untuk memperoleh bunga dalam kategori moral hazard,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi.

Baca Juga :  Harapan Merubah Keadaan, Pasutri Asal Sangkan Gunung Ikut Program Transmigrasi

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here